Sabtu, 26 Oktober 2013

pengalaman pahitku

siapa sih yang gak menginginkan hadirnya seorang malaikat kecil di setiap rumah tangga.
saat usia pernikahan ku sudah memasuki lebih dari 1 bulan, nah disitu kebahagiaan mucul..
saya posotif  --HAMIL--..
tapi walaupun sudah berbadan dua, kegiatan tidak bisa dihentikan harus tetap jalan.
bangun pagi jam 05.00, bersih2 rumah, masak buat suami (walaupun masih tinggal sama orangtua), jam 07.00wib harus sudah siap2 berangkat kerja. suami ngajar, saya kerja kantoran yang pulangnya jam 16.00wib (meskipun swasta). gak enak rasanya ninggalin tanggungjawab sebagai istri yang harus melayani kebutuhan suami saat beliau sudah pulang ngajar.
setelah beberapa bulan berjalan, saya masih belum merasakan seperti orang hamil, karena tdk ada tanda2 yang menunjukkan saya hamil (seperti mual atau ngidam).
hari demi hari saya lalui, pulang dari ngantor, istirahat sebentar. setelah adzan maghrib lalu siap2 untuk buka warung (usaha suami). pulangnya pun jam 24.00wib. wahhh badan harus kuat nich!!! gak boleh lemah..
tiap selesai sholat saya selalu berdoa, semoga kehamilan saya baik2 saja dan bisa melahirkan dengan selamat. doa seperti itu yang saya panjatkan tiap hari.
memasuki usia kehamilan 3bulan, saya makin penasaran dengan kehamilan saya karena perut seperti masih datar. saya mencoba mengajak suami untuk kedokter kandungan melakukan USG. tapi suami malah bilang tunggu 4bulan aja. saya sebagai calon seorang ibu merasakan hal yang tidak wajar dengan kandungan saya. dengan keberanian saya bicara langsung ke suami kalau nanti malam saya mau USG ke dokter, mau nganterin gak nya terserah beliau. dengan kerendahan hatinya dia mau nganterin saya juga.
sampai di tempat praktek SPOg, saya mengantri. setelah sekian lama mengantri saya akhirnya di paggil juga.
perut mulaiu di letakkan alat USG, keliatan janinnya tapi apa... TIDAK ADA DENYUT JANTUNGNYA
sedih banget...di kasih obat sama pelayannya dan 2 minggu balik lagi untuk memastikannya.
setelah 3hari dari dokter, saya belum berani minum obatnya. karena saya belum tahu ini obat apa. setelah saya search di google. akhirnya saya tahu itu obat apa. saya memberanikan diri untuk minum obat itu,,
tapi malah malam harinya keluar darah (*sedikit) tapi tidak ada rasa sakit yang dahsyat.. perasaan takut masih bisa di kontrol.
setelah 2hari gak berhenti darahnya saya memberanikan diri untuk periksa ke dokter lagi. tapi ke dokter yang beda untuk mencari opini yang lain. dan harus berani mendengarkan vonis2 dokter.
sambil mengantri saya mencoba menghibur diri dengan bercanda dengan suami. setelah masuk ruang periksa, saya ceritakan apa yang saya alami. dan dokter itu juga mengatakan kalau janin saya TIDAK BERKEMBANG atau MATI DI DALAM KANDUNGAN...
astagfirullah,,, kepala kayak di benturkan ke tembok dan dada ini seperti di duduki orang paling gemuk...
ya.... tidak ada pilihan lain. saya harus di kuret..
keluar dari tempat praktek dokter, air mata saya langsung menetes.
saya dikasih obat pengantar oleh dokter untuk inap di RS.
langsung kasih kabar ke orangtua, dan langsung menuju RS.
saat mendaftar di loket, saya gak menyangka harus menginap di tempat ini (pengalaman pertama inap di RS).
sambil menunggu ruangan dibersihkan, keluarga saya datang.
masih belum percaya kalau ini akan terjadi juga. kehilangan seorang anak yang aku cintai..
MAAFIN MAMA NAK,,,tapi mama bangga sama kamu nak.. karena kamu gak memberikan rasa sakit yang berkepanjangan buat mama.

berebah di antara ibu2 hamil, dikasih obat melalui miss V. setelah setengah jam, ya ALLAH sakit nya luar biasa. merintih kesakitan sendiri. keluarga tidak boleh menemani. KEJAM BANGET SICH!!!
setelah tahap demi tahap saya jalani, akhirnya proses kuret harus di lakukan.
YAHHH,, inilah terakhir janin saya berada di dalam rahim saya.

setelah 6 bulan melakukan kuret, sampai sekarang saya belum dikasih kepercayaan lagi sam ALLAH untuk memiliki seorang anak lagi. mungkin ini hukuman buat saya karena tak bisa menjaga calon malaikat kecil saya.
berharap sangat berharap. bulan demi bulan kami nantikan. tapi belum terwujud. hanya kesabaran dan pengertian yang bisa saya lakukakan untuk suami..

AIYAHHH,,, MAAFIN MAMA
MAMA BELUM BISA NGASIH MALAIKAT KECIL UNTUK AIYAH
MAMA BERHARAP AIYAH BERSABARA..
MAMA SAYANG AIYAH DAN MAMA JUGA SAYANG MUHAMMAD KHUZEINI (anak yang telah pergi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar